JAKARTA – Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) mengapresiasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah PNBP ESDM mencapai Rp96,26 triliun hingga Juli 2026.
Capaian tersebut menunjukkan kontribusi sektor energi dan sumber daya mineral terhadap penerimaan negara. Selain itu, realisasi tersebut telah mencapai sekitar 70,69 persen dari target PNBP ESDM tahun 2026 sebesar Rp136,18 triliun.
Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menilai capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan sektor ESDM. Menurutnya, masyarakat perlu melihat kinerja kementerian melalui hasil nyata dan kontribusinya terhadap negara.
“PP AMPG mengapresiasi kinerja Pak Bahlil. Ini bukan sekadar soal persepsi atau popularitas, tetapi ada angka dan capaian yang bisa kita lihat bersama,” ujar Said Aldi Al Idrus.
PP AMPG Nilai PNBP ESDM Tunjukkan Tren Positif
Said Aldi mengatakan kinerja penerimaan sektor ESDM juga menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, sektor ESDM mencatat PNBP sebesar Rp138,40 triliun.
Angka tersebut melampaui target tahun 2025 yang mencapai Rp127,48 triliun. Karena itu, PP AMPG melihat sektor energi dan sumber daya mineral tetap memiliki peran strategis dalam menopang penerimaan negara.
Selain menghasilkan penerimaan, sektor tersebut juga mendukung berbagai agenda pembangunan nasional. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menjaga kinerja tersebut melalui kebijakan yang efektif dan tepat sasaran.
Kinerja ESDM Perlu Terus Dijaga
PP AMPG berharap pemerintah dapat mempertahankan tren positif penerimaan negara dari sektor ESDM. Pada saat yang sama, pemerintah perlu memperkuat tata kelola sumber daya alam.
Menurut Said, kebijakan sektor energi harus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Pemerintah juga perlu menjaga keseimbangan antara peningkatan penerimaan negara, keberlanjutan sumber daya, dan kepentingan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, sektor ESDM dapat terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kementerian ESDM Pertahankan Opini WTP
Selain menyoroti PNBP ESDM, PP AMPG juga mengapresiasi keberhasilan Kementerian ESDM mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.
Said menilai capaian penerimaan negara harus berjalan bersama dengan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Yang kita apresiasi bukan hanya angka penerimaannya. Kementerian ESDM juga mampu mempertahankan WTP. Artinya, peningkatan penerimaan negara harus dibarengi dengan pengelolaan yang akuntabel dan transparan,” katanya.
Menurutnya, opini WTP menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan pemerintah.
PP AMPG Dukung Kebijakan Energi Nasional
Selanjutnya, PP AMPG menegaskan dukungannya terhadap berbagai kebijakan pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Organisasi tersebut juga siap memberikan masukan konstruktif untuk memperkuat kebijakan nasional.
Said menilai keberhasilan pemerintah tidak hanya bergantung pada popularitas pejabat. Pemerintah juga perlu menunjukkan hasil yang dapat masyarakat rasakan secara langsung.
Karena itu, PP AMPG mendorong Kementerian ESDM untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat reformasi tata kelola sektor energi.
PNBP ESDM Diharapkan Terus Meningkat
PP AMPG berharap capaian PNBP ESDM dapat terus meningkat hingga akhir 2026. Pemerintah juga perlu memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
Dengan tata kelola yang baik, sektor energi dan sumber daya mineral dapat memperkuat penerimaan negara. Pada akhirnya, kontribusi tersebut dapat mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi PP AMPG terhadap kinerja Bahlil Lahadalia juga menjadi dorongan bagi Kementerian ESDM untuk mempertahankan capaian positif. Selanjutnya, pemerintah perlu terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan sektor ESDM.


Tinggalkan Balasan